Rabu, 05 Oktober 2016

5 Tahapan Sebelum Rekrut Karyawan Buat Bisnis Kamu

Coba Tanyakan “Apakah Saya Butuh Karyawan Saat Ini?“Sebelum memutuskan untuk merekrut seorang karyawan, pertimbangkan terlebih dahulu secara matang. Cara paling ampuh adalah dengan menanyakan pertanyaan “ Apakah Saya Butuh Karyawan Saat Ini ? “ ke diri kamu. Lalu, coba jawab dan lakukan penilaian, apakah memang merekrut karyawan sudah sangat mendesak sekali untuk kamu.
Jabarkan Tugas dan Tanggung Jawab Untuk Pekerja Tersebut
Setelah kamu yakin akan perlunya merekrut karyawan baru, jabarkan tugas serta tanggung jawab yang akan kamu percayakan pada calon karyawan kelak. Hal ini akan mempermudah kamu juga untuk menentukan kualifikasi karyawan seperti Apa yang harus kamu rekrut.
Tentukan Kualifikasi Karyawan Yang kamu Inginkan
Jika tugas dan tanggung jawab yang dibutuhkan telah dibuat, membuat kualifikasi karyawan yang ingin direkrut pun akan lebih mudah. Kualifikasi adalah kriteria karyawan yang dianggap cocok menempati suatu jabatan. Bisa kriteria usianya, apakah sudah memiliki pengalaman, pendidikan minimalnya SMA atau S1, dan banyak lagi. Kualifikasi juga akan membantu kamu menilai serta menseleksi secara objektif para calon karyawan yang nantinya akan melamar kerja.
Lihat Ketersediaan Tenaga Kerja Yang Kamu Butuhkan
Setelah menentukan kualifikasi karyawan yang kamu cari, silahkan cek apakah kriteria pegawai yang hendak kamu rekrut tersebut tersedia di lingkungan terdekat kamu. Misalnya, apakah mereka dapat dengan mudah ditemukan di sekitar rumah, kota, provinsi, pulau atau negara tempat kamu/ bisnis kamu berlokasi. Bila tidak tersedia, lakukan penyesuaian pada kualifikasi karyawan yang kamu cari. Bisa dengan menurunkan standar minimal pendidikan, contoh dari S1 menjadi SMA dan lain-lain.
Jujur
Saat sang calon karyawan sudah berhasil didapat dan selama proses seleksi/ wawancara ia terlihat memenuhi kriteria kamu, ini saatnya kamu beritahukan pekerjaan dan juga kompensasi yang akan ia terima. Dalam tahap ini, pastikan kamu berkata jujur dan apa adanya. Jangan terlalu melebih-lebihkan atau menjanjikan sesuatu yang terlalu besar, hanya karena khawatir karyawan tersebut berubah pikiran dan tidak mau bekerja di perusahaan kamu bila kompensasinya terkesan kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar